Anggaran Seleksi Penerimaan PPPK Dicoret, Kabarnya Kedatang Artis Ibu Kota Difasilitasi Dispendik

Kupasnews.com ,KN Bengkulu Utara – Terkait polemik soal penerimaaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Bengkulu Utara ditahun ini, mulai dari anggaran Seleksi Penerimaan PPPK Dicoret dewan, kemudian kuota untuk tenaga kesehatan minim dan tenaga teknis kosong alias Nol, Serta beredarnya data honorer yang terdata sebagai honorer dilingkup Pemkab Bengkulu Utara mulai dari tenaga honorer guru,kesehatan dan teknis yang hampir mencapai 4000 orang honorer.

Kabarnya, untuk kedatangan Artis ibu kota yang bakal dimeriahkan oleh Judika dan Rosa pada hari Sabtu 15 Oktober 2022 diacara ulang tahun HUT Kota Argamakmur ke-46 yang malah disetujui, dan difasilitasi oleh pihak Dinas Pendidikan, Hal tersebut berbanding terbalik dengan perjuangan honorer dari tenaga pendidikan yang berharap untuk seleksi PPPK dibuka.

Hal tersebut jelas mendapatkan tanggapan dari para honorer Bengkulu Utara, salah satunya dari tenaga honorer guru.Menurut salah satu honorer tenaga guru yang enggan namanya disebutkan mengungkapkan bahwa dirinya sendiri merasa sedih dan dengan dana untuk seleksi dicoret oleh pihak dewan.

“Pihak DPR tak berpihak dengan rakyat kecil seperti kami tenaga honorer ini. Untuk merekrut PPPK Idak Ado dana tapi untuk acara ulang tahun Samo ngundang arti Ado dananyo,” Ungkap honorer guru.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa dirinya beberapa waktu lalu sibuk mengumpulkan berkas-berkas bahkan dirinya sampai ke kantor BKPSDM hingga sore untuk membuat akun dan mengisi data dirinya diakun tersebut tau-tau anggaran untuk penerimaan PPPK Dicoret jelas dirinya merasa kecewa.

“Sayo,sudah ke BKPSDM dengan Kawan-kawan seperjuangan sampai sore ngurus data dan membuat akun, hingga selesai riwayat lah di upload eh malah dapat berita yang menyedihkan cak ini. Jelas sayo dan kawan-kawan pastilah sangat kecewa, sayo sangat heran padahal dari pemerintah pusat saja telah membuka pintu lebar untuk penerimaan PPPK seperti kami tetapi malah dari pihak daerah tidak membukanya. Padahal dipenerimaan ini ada sedikit harapan bagi kami yang telah lama mengabdi. Harusnya itu menjadi pertimbangan bagi pihak pemangku kepemimpinan Bengkulu Utara untuk memperjuangkan kami ini,” terangnya.

Hingga berita ini diterbitkan Kepala Dinas Pendidikan Kardo Manurung belum bisa diminta klarifikasi. (Wan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *