Restorative Justice, Kajari Bengkulu Utara Bebaskan Sejoli Curi Hp Demi Pernikahan

Bengkulu Utara

Kupasnews.com ,KN Bengkulu Utara – Kisah haru pasangan muda-mudi ini menjadi latar belakang pihak Kejaksaan Negeri Bengkulu Utara, menghentikan kasus yang membelit dua sejoli asal Bengkulu Utara, MR (20) dan ST (20) yang nekat mengambil telepon genggam di rumah salah satu warga di Desa Datar Lebar, Kecamatan Lais, pada 4 Juni 2022 lalu, Demi Untuk mempersiapkan rencana pernikahan, Rabu (17/08/2022).

Pihak Kejaksaan Negeri setempat melaksanakan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan (Restorative Justice) kepada keduanya Setelah pihak korban mengaminkan perdamaian,Hal ini dilakukan dengan adanya kewenangan jaksa menggunakan hati nurani dapat memberikan citra positif di mata masyarakat dan menambah kepercayaan masyarakat dalam penerapan hukum di Bumi Ratu Samban.

Kasi Intel Kejari Bengkulu Utara, Denny Agustian. berharap dengan penerapan sistem restorative justice tersebut, perkara dengan merugikan kecil bisa diselesaikan secara kekeluargaan serta diharapkan pelaku tidak lagi mengulangi perbuatannya

“Penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif ini merupakan pembaruan sistem peradilan pidana sebagaimana perintah pimpinan dan bentuk komitmen kami dalam menangani suatu perkara adalah dengan mengedepankan hati nurani, serta menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula atas kepentingan korban dan pelaku tindak pidana yang tidak berorientasi pada pembalasan, sehingga untuk ke depannya dengan adanya kebijakan restorative justice ini harapan kami terhadap perkara-perkara yang memiliki nilai kerugian kecil dengan adanya perdamaian dari kedua belah pihak serta dilatarbelakangi dengan keadaan ekonomi para pelaku tidak perlu lagi sampai pada tahap persidangan (meja hijau),” jelasnya.

Ditambahkan lagi oleh Kasi Intel Kejari Bengkulu Utara, Denny Agustian tujuan dilakukannya restorative justice agar tidak ada lagi istilah hukum yang tajam ke bawah,hadirnya rumah restorative justice juga bisa dijadikan sebagai tempat konsultasi persoalan hukum.

“Maka tidaklah lagi ada istilah hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Rumah Restorative Justice ini selain sebagai tempat untuk penghentian penuntutan di luar persidangan juga sebagai wadah kepada masyarakat apabila ingin bertanya, meminta saran, serta pendapat mengenai hukum kepada kami dengan tujuan untuk masyarakat dapat lebih mengenali hukum dan menjauhi hukuman”.Imbuhnya (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.