KUPASNEWS.COM | JENDELA INFORMASI TERKINI DAN tERPERCAYA
Shadow

Diam-Diam Istri Bupati Ir. Mian Jabat Wakabid Partai PDI-P Yang Dirombak Secara Nonprosedural

Kupasnews.com , KN Bengkulu Utara – Polemik pergantian/perubahan struktur dari pengurus penting ditubuh DPC PDI-P Bengkulu Utara yang di Nahkodai oleh Bupati Ir. Mian, yang di duga dilakukan secara non prosedural semakin terkuak dan menarik.

Pasalnya, informasi yang didapatkan awak media ini, Jum’at (08/04/22), selain anak besan dari seorang Bupati Ir. Mian yakni, Harmedi Rian yang diusulkan menjabat sebagai Bendahara DPC PDI-P Bengkulu Utara, diam-diam juga terdapat nama yang tak asing lagi di Kab. Bengkulu Utara, yakni Eko Kurnia Ningsih yang merupakan isteri dari Bupati yakni Ir. Mian yang juga diusulkan sebagai wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak dipengurus PDI-P Bengkulu Utara.

Bahkan, berubahnya struktur pengurus DPC PDI-P Bengkulu Utara yang dilakukan oleh Bupati Ir. Mian dengan memasukkan pengurus baru dan juga mempunyai hubungan kedekatan dan faktor keluarga serta diduga menyingkirkan orang lama di struktur penting DPC PDI-P Bengkulu Utara yang dinilai tanpa mekanisme/prosedural partai oleh beberapa pengurus menimbulkan perdebatan panjang.

Hal ini menandakan gendrang perang persaingan politik di Kab. Bengkulu Utara mulai ditabuh. Patut diduga adanya persaingan sengit dalam perebutan perahu dukungan/rekomendasi dari PDI-P pada pesta politik ditahun 2024.

Dalam keterangannya Syafrianto Daud S.Sos Wakabid Pangan, Pertanian, Lingkungan,Hidup, Kelautan Dan Perikanan (PPLHKP) bersitegang atas dugaan nonprosedural yang dilakukan oleh ketua DPC PDI-P Ir. Mian melakukan pemecatan terhadap Bendahara DPC yang diduga tidak mengikuti aturan yang ada, Saat rapat koordinasi di DPD PDI-P diprovinsi Bengkulu yang menimbulkan perdebatan panjang yang disaksikan dan didengarkan Ketua DPD PDI-P Hj. Elva Hartati Murman S.IP., M.M, Sekretaris DPD Ihsan Fajri, S.Sos, MM, Bupati Ir. Mian turut hadir dalam rapat, Senin (04/04/22).

“Saya rasa keputusan yang di ambil oleh seorang Ketua DPC tidak bisa mencerminkan hal yang baik, makanya saya mengatakan (Kita berpikir fair aja ketua, gak usah ganti orang dipinggir jalan kalo kinerjanya baik. Beni ini baik kok kinerja nya kalo alasan hanya tidak memberikan laporan), dan Saya rasa masih banyak hal yang harus di rubah dari sikap dan keputusan yang sering di ambil dari seorang ketua DPC, bukankah Seorang ketua DPC itu seharusnya bisa lebih bijak saat mengambil sebuah keputusan, ataupun memberikan keputusan, dan saya rasa juga di saat mengambil ataupun memberikan sebuah keputusan harus bisa berdasarkan mekanisme mengikuti aturan yang ada dan tidak boleh melanggar aturan partai”Tutupnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.