KUPASNEWS.COM | JENDELA INFORMASI TERKINI DAN tERPERCAYA
Shadow

Viral!!! Oknum Kades yang Tertangkap Tangan Oleh Istri Sah,,Ini Kata Dua instansi Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara

Kupasnews.com – Bengkulu Utara , KN Bagi Pasangan Yang Telah Menikah, Perselingkuhan Adalah Momok Mengerikan Yang Sebisa Mungkin Jangan Sampai Terjadi, Tapi Kali Ini Oknum Kades Di Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara Menjadi Bahan Perbincangan Hangat Warga Karena Tertangkap Tangan Oleh Istri Sahnya Bahwa Oknum Kades Yang Lagi Berduaan Bersama Perempuan Lain Yang Sudah Memiliki Suami Dan Merupakan Warga Desanya Sendiri Di Dalam Mobil Pribadi Miliknya Pada,Hari Kamis (13/01/22) Diwilayah Kelurahan Gunung Alam.

Bahkan permasalahan tersebut, Sabtu (15/01/2022) sekitar pukul 14.00 WIB difasilitasi dan dimediasi Kapolsek Kerkap Polres Bengkulu Utara, IPDA Ratno SH, pihak kecamatan Hulu Palik, Ketua BPD, Sekdes, Tokoh masyarakat, adat, agama menggelar sidang adat.

Namun sangat disayangkan, sidang adat yang digelar tersebut oknum kades Talang Rendah, KO tak hadir alias kabur/menghilang “bak ditelan bumi” saat beberapa kali perangkat desa dan masyarakat mencarinya dan meminta untuk hadir.

Dokumentasi kupasnews

Plt. Kepala Inspektorat Bengkulu Utara, Nopri Anto Silaban, SE, M.Si dikonfirmasi awak media ini, Senin (17/01/2022) menyampaikan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan camat Hulu Palik untuk memastikan permasalahan Kades Talang Rendah.

“Sampai saat ini belum ada laporan yang masuk kepihak kita. Yang jelas pihak kita sudah melakukan koordinasi dengan pak camat Hulu Palik untuk memastikan permasalahan ini,” ungkap Nopri Anto Silaban, SE, M.Si. diruang kerjanya.

Dokumentasi kupasnews

Hal yang sama juga, disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bengkulu Utara Ir. Budi Sampurno juga sudah berkoordinasi dengan Camat Hulu Palik. Bahkan terkait adanya keinginan warga memberhentikan Kades, menurutnya hal itu bisa saja disuarakan melalui BPD setempat.

“Kita tunggu dulu laporan dari pak camat. Untuk aspirasi masyarakat bisa disampaikan ke BPD, termasuk soal pemberhentian. Karena memang itu kewenangan desa, kecuali jika memang terjerat permasalahan hukum,” terang Budi Sampurno.

Sebelumnya, Kapolsek Kerkap Polres Bengkulu Utara, IPDA Ratno SH saat dikonfirmasi usai digelar sidang adat menjelaskan ada 3 tuntutan yang disampaikan oleh masyarakat.“Yang pertama dari Lembaga adat berupa denda sebesar Rp. 4.8juta, yang kedua tuntutan dari masyarakat yang disampaikan langsung oleh tokoh masyarakat menuntut kades untuk mundur diri, yang ketiga tuntutan dari pihak suami dari pada perempuan yang ditemukan saat bersama kades tersebut,” ujar Kapolsek.

Dokumentasi kupasnews

Lebih lanjut dikatakan Kapolsek, untuk tuntutan dari pihak suami belum bisa diselesaikan, mengingat oknum kades KO belum bisa ditemui.“Untuk poin terakhir masih dalam proses, insyaallah nanti 2 atau 3 hari mudah-mudahan ada kabarnya. Mengingat tad beberapa kali perangkat desa dan masyarakat mencoba mencari keberadaan kades dan belum bisa ditemukan,” tandas Kapolsek.(Wawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.