KUPASNEWS.COM | JENDELA INFORMASI TERKINI DAN tERPERCAYA
Shadow

Miris…!!! Diduga Tindakan Arogansi dan Terkesan Bergaya Preman Oknum Perangkat Desa Gunung Payung Kecamatan Pinang Raya

Kupasnews.com – Bengkulu Utara – Diduga Tindakan Arogansi dan terkesan bergaya Preman dengan merendahkan/melecehkan profesi jurnalistik sampai mengancam dan berupaya menghalangi tugas Awak Media tidak sepantasnya di Lontarkan oleh seorang Kepala Desa dan juga Oknum perangkat desa terhadap Pekerja Pers Indonesia yang dalam tugas kejurnalistikannya,Ketika wartawan sedang mencari berita di lapangan, dijamin UU Pers No.40 Tahun 1999. Dan di pertegas dengan pasal 18 mengatur bahwa setiap orang yang menghambat atau menghalangi kerja jurnalistik akan diancam pidana maksimal dua tahun penjara atau denda paling banyak Rp500 juta.

Keterbukaan terhadap publik ini sangat penting sebagai bentuk kontrol sosial, bukan sebagai momok bagi lembaga pemerintahan dalam menjalankan tupoksinya.Pasalnya, apakah prosedur pembangunan sudah fair atau sesuai prosedur dan rancang bangun yang berlaku.


Insiden Pengancaman tersebut di alami Rekan wartawan dari Media online Lensajurnalis.com pada selasa,(23/11/2021) Di Desa Gunung Payung Kecamatan Pinang Raya kabupaten Bengkulu Utara.


Diceritakan Wawan, berawal saat awak media ini bertemu dengan kades Gunung Payung Kecamatan Pinang Raya untuk melakukan konfirmasi. Pada saat hendak dikonfirmasi, kades Gunung Payung memanggil perangkat desanya, bahkan tanda pengenal awak media sudah diperlihatkan dan difoto dengan pihak desa, jurnalis awak media juga di foto oleh kades Gunung Payung. Oknum perangkat desa mengatakan Awak media itu siapa,terus tujuan nyo kalau emang ada temuan inspektorat buat apo.


“Kami sudah memperlihatkan identitas kami, bahkan id.card kami juga difoto, dan kami juga difoto oleh pak kades. Kami juga mengatakan kalo memang tidak percaya kami dari jurnalis silahkan lihat di BoX Redaksi media kami.dan oknum perangkat desa tersebut mengatakan Tujuan nyo kalau emang ada temuan inspektorat buat apo. Pada saat saya mengatakan kamikan cuma bertanya pak, tapikan tidak usah mengegas pak. Malah kami dibentak dengan nada tinggi kepada saya”,ujar Wawan.


“Kami ini capek ngurus desa ini, bukannyo kami enak-enak Bae. Kau datang-datang cak ke Iyo nian. Kamu tau dak duit seribu kami keluarkan pake nota. Bukan Basing kami makan duit negara ini,” tutup.Wawan seraya menirukan gaya berbicara dari oknum perangkat desa tersebut.(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *